Tuesday, December 21, 2004

BUDAYA KEKERASAN

Budaya indonesia pada dasarnya adalah sarat dg kekerasan, dan militer adl cerminan masyarakat belaka, suka atau tidak budaya di indonesia adalah budaya kekerasan antara suku dan kelompok etnis. Kekerasan memang ada, perkelahian antar keluarga, antardesa, antar suku, antar etnis dan ujung ujungnya antar agama.
Rezim Suharto telah melembagakan teror negara dengan mencap oposisi politik sebagai “komunis,” menggunakan kekuatan militer dan paramiliter untuk melawan pemrotes dan kaum separatis jika perlu, Gabungan keadaan inilah yang menimbulkan budaya kekerasan, dalam hal ini doktrin agama dipakai untuk membenarkan tindak kekerasan
Dan apakah kita akan kembali menggunakan rezim militer?
Apakah kita akan terus mempertahankan reputasi yang begitu terkenal bahwa “BANGSA INDONESIA ADALAH BANGSA YANG MEMPUNYAI INGATAN PENDEK” hingga kita begitu mudahnya melupakan apa yang dilakukan militer pada rakyat, juga “BANGSA INDONESIA ADALAH BANGSA PEMAAF”, hingga kita begitu mudahnya memaafkan kekejaman militer pada rakyat baik sebelum atau sesudah reformasi.
Kalau kita bisa jujur, rakyat indonesia masih sangat awam bahkan bodoh dalam memilih pemimpin. Bukan hanya karna tradisi pergantian pemimpinnya melalui fait accompli, dimana publik tinggal menerima hasil jadi, tidak melalui prosedur intelektual, moral, mental. Publik tidak peduli dari mana, siapa sang pemimpin berasal.
Mungkin juga karna rakyat terbiasa menerima pemimpin lewat jalan kekerasan, dari ken arok, sampai joko tingkir hingga suharto. Sampai koruptorpun santai bertengger jadi menteri, gubernur, dan pejabat tingkat atas. Gaya ini yang membuat penguasa untouctable oleh hukum dan membuat jarak dengan rakyatnya.

MyShoutbox.com - Free Shoutbox!