RENUNGAN PENGHUJUNG TAHUN
Slama ini aku bersikap egois dan apatis, tapi tidak setelah seorang teman mengajakku mengenal lebih jauh tentang agama, mengajakku brangkat pengajian, mengajariku membaca Al Qur'an, karna mungkin slama ini aku tlah jauh dari Tuhan. Aku sempat marah pada Tuhan, kenapa dia tak adil pada umatNya, kenapa Ia membedakan umat yg satu dengan yg lain. Ternyata slama ini pandanganku salah besar.
Kata temanku Obati rasa duka dengan kekuatan hati, Obati masa masa sulit dengan kegigihan berupaya, Obati pengalaman pahit dengan memetik manfaat dibaliknya, Semuanya akan berubah menjadi kenangan manis, Pelajaran bermanfaat dan pengalaman yang berharga
Dengan kembali pada agama aku bisa bangkit, aku bisa mengenal siapa diriku, dan lebih sadar tentang siapa aku bagaimana aku, apa mauku, apakah aku berarti bagi mereka.
Hatiku menangis, Tuhan...ternyata slama ini aku yg tak adil padaMu.
Dari agama pula aku bisa lebih mengerti penderitaan sesama, bila slama ini aku hanya sekedar merasa prihatin dan itupun sambil lalu, tapi sekarang... aku sering menangis melihat penderitaan mereka, penderitaan orang2 di sekitarku. Lebih tragis lagi di penghujung tahun ini, bencana gempa dan tsunami di Aceh yg menewaskan puluhan ribu orang.Tuhan...kenapa harus Aceh lagi.
Akhirnya aku berpikir, bencana ini bisa lebih bisa menjadikan kita merenung dan instrospeksi diri dalam menyambut datangnya hari baru di 2005, agar kita bisa menjadi lebih baik lagi, lebih solider bukan hanya jika terjadi bencana, tapi jg dlm kehidupan harian kita.
Menyambut tahun baru tidak harus dengan selalu hura hura kan, menyambut tahun baru bisa juga dengan kita merenung dan lebih menikmati ciptaan Tuhan untuk kita, bersyukur...kata bapakku. He's right, dengan bersyukur kita bisa lebih menikmati hidup dengan apa adanya, dan bisa lebih menjadi diri kita sendiri. Aku berpikir, bisakah aku berhenti sejenak, menyandarkan semua berat bebanku, melabuhkan rasa lelahku. Tapi hidup sejalan dengan bumi, yg terus berputar dan berjalan, begitu pula aku.
Balik lagi, sampe saat aku posting ini, aku belum bisa menjawab pertanyaan bapakku. Entah kapan pertanyaan itu bisa kujawab...
Bagimana dengan kamu.........
SELAMAT TAHUN BARU 2005


5 Comments:
Met tahun baru ya... semoga malam ini soal bapak akan terjawab :)
mampir juga :) thanks dah jalan jalan lewat tempatku
ray
http://www.rayofshadow.or.id/blog
maaf, mampir juga nih. mat kenal. Suka biru? wah sayang laut tak bisa digunting..
sekedar mampir; langit senja kuliat di blogx kawanku "tepi langit".
Langit senja, mungkin kau senang membaca Seno G.A. yang selalu bercerita tentang senja ya (kereta senja, senja yang tak habis2, ataupun novel 'negeri senja').
langit senja seperti kebahagiaan ya? indah tapi sebentar.
mungkin seperti itulah harapan -di tahun baru....kita (most of us) berharap melepaskannya lewat pekik parau terompet, tapi toh tak ada yang sepenuhnya berubah. Hidup toh terus berjalan terus, -dengan atau tanpa sekat 'lama' dan 'baru'...mungkin setelahnya kita sering lupa. ingat kilau api dari kembang api yang sering ada saat tahun baru? seperti itulah bagiku, indah tapi sebentar...seperti senja.
Tapi 'detik ini, detik ini,detik ini'; kukira anda sudah menulis tentang itu sebelumnya. Harapan,seperti juga mimpi; betapapun menyenangkannya, itu toh bisa menikam kita.
tapi milikilah harapan, sambil terus mengindera hidup.
Dan seperti kata bapak, bersyukurlah atas semua yang telah lampau yang telah berhasil dilewati. dengan ingatan buah perenunganmu atas yang lampau, bersiaplah untuk waktu yang baru, esok yang -mungkin, lebih biru:)
"Maaf, tahun baru jadi seperti rutin buatku. saya hanya sedikit merenung di hari ulang tahun ku, dan sedikit bersyukur aku belum terbunuh di usia yang telah kulewati..."
well, saya juga langit senja. panas penghabisan yang renta;selalu mengingatkanku pada hidup yang demikian nisbi ini. kita fana, tapi berbahagialah.
selamat malam langit senja. di makassar, kota mulai gelap,pulanglah;saatnya malam mengelam!
(senang 'bertemu' seperti bertemu kawan lama)
tetaplah memiliki harapan, tapi juga
thanks, to the guy who's wrote a comment, siapapun anda, cuma sayang anda tak menyertakan nama
senja itu indah, dan bukan hanya sesaat
Post a Comment
<< Home