Thursday, March 23, 2006

Attitude

The longer I live, the more I realize the impact of attitude on life.
Attitude, to me is more important than facts. It is more important than the past, than education, than money, than circumstances, than failures, than success, than what other people think or say or do. It is more important than appearance, giftedness, or skill. It will make or break a company...a church...a home. The remarkable thing is we have a choice every day regarding the attitude we will embrace for that day. We cannot change our past...we cannot change the fact that people will act in a certain way. We cannot change the inevitable. The only thing we can do is play on the one thing we have, and that is our attitude. I am convinced that life is 10% what happens to me and 90% how I react to it. And so it is with you...we are in charge of our attitudes.

Saturday, June 18, 2005

SAVE MY SOUL

Now i'm sitting in the corner of my rooom
Staring through the window, watching the sun goes down
And the shadow starts to creep a cross the floor
In this lonelines, i'm criying in my bed
And the rain begin to fall down on me
As the sadness growing deep down inside me
I Fell a little insecure rigth now
I'm crawling looking for a place to hide
So where has my lights gone
For i need to find a way out of here
In my every breath i'm chanting your name
Give me streng so i can save my soul
My minds keep telling me to hold on
And says i have to be a real man

I'm still wondering if i'll ever find my way
That leads me to your light and your grace....

Sumpah, pertama kali dengerin ni lagu hati yg lgs jd nagis gitu, gila man daleeemmm banget nih lagu, sampai2 saking menghayatinya jadik ikut nangis...hikhik..sentimentil amat...
Tapi bener loh, pacar gw aja yg biasanya ngga peduli amat dg lirik lagu aja bilang nih lagu asyik banget, dan Padi banget gitu loh...
Jadi inget masa lalu, dan gw ngrasa tuh lagu gw banget...dan dulu gw sempet ngrasa thah I'm crawling looking for a place to hide bener...


Friday, June 10, 2005

LIFE...




Manusia mengapa cepat sekali berubah pikiran, kmaren bilang A sekarang di merasa bahwa B lah yang benar, apakah itu ego yg bicara ataukah karna manusia itu makhluk yg lemah, hingga cepat sekali terpengaruh oleh suasana hati dan keadaan…, seperti juga dengan perasaan, ia begitu mudah berubah bahkan hilang begitu saja, seperti alcohol yang menguap

Kadang kita slalu saja bersembunyi d balik topeng2 kita, karna pada dasarnya manusia punya banyak topeng dalam dirinya, tergantung dia ingin memperlihatkan bentuk wajah apa hari itu untuk menutupi kekurangannya, itulah hidup. Kadang kita merasa, hampir tiapa hari mengeluh, merasa bahwa hidup ini tidak adil, takdir ini kejam, dan kita lebih percaya pada sesuatu yg tak jelas dari pada mempercayai bahwa kita adalah makhluk yg lemah dan penuh dengan keraguan. Terkadang kita lebih memilih kesendirian dari pada kelihatan luka atau kekurangan kita, karma kita tak pernah yakin bahwa orang lain mampu menerima kekurangan kita. Kebanyakan dari kita menutupi kekurangan dengan bersembunyi di balik keangkuhan dan kesombongan hati, atau bahkan lari dari kenyataan bahwa kita memang lemah dan memilih bersembunyi di tempat yang kosong dan menyakitkan. Mereka memilih hilang demi melindungi luka diri, hingga makin bertambahlah kesepian dlm diri mereka.



Saturday, March 19, 2005

LAST EMAIL FOR HIM...

Kau melangkah pergi saat aku berusaha memahami sebuah perbedaan. Perbedaan yang merintangi perjalananku. Kau melangkah saat aku baru saja bisa berdiri. Saat aku baru berusaha melangkahkan kakiku, setelah sekian lama aku terjatuh dan lumpuh. Belum lagi tegak dan mampu melangkah Kau tlah lepaskan tanganmu dan pergi. Aku rapuh…… dan aku kembali terjatuh. Kau pergi saat aku berusaha mengenal kembali arti cinta, setelah hari2 kamarin aku tak percaya lagi akan kata cinta. Kau kini tlah melangkah meninggalkan semua, menorehkan luka baru, darah baru yang sama sakitnya...
Terima kasih atas perhatian yang pernah kau berikan
Terima kasih kau bersedia mendengar keluh kesahku
Terima kasih tlah berusaha memahamiku
Terima kasih tlah menjadi tempat pelampiasan emosi dan marahku
Terima kasih tlah menuntun dan membimbing kembali ke jalanku
Terima kasih tlah mengajariku arti berbagi
Terima kasih kau tlah mengingatkanku tentang arti cinta
Terima kasih tlah membuatku kembali merasakan arti cinta
Terima kasih atas pengertian yang ironisnya tak pernah aku berikan padamu
Terima kasih tlah mengajarkanku bangun dan melangkah dari masa lalu
Terima kasih tlah membuatku melupakan masa laluku
Terima kasih karna tlah membuatku memahami sebuah perbedaan
Terima kasih kau pernah menjadi inspirasi dalam hidupku
Terima kasih karna kau ada saat aku membutuhkan teman
Terima kasih atas nasehat dorongan semangat
Terima kasih atas uluran tangan saat aku rapuh
Terima kaih karna kau tlah mengulurkan tangan saat aku terjatuh dan terpuruk
Terima kasih atas kritikan sindiran yang membuatku utuh
Terima kasih atas semua yang pernah kau berikan
Terima kasih atas waktu yang kau sediakan bagikuWalau hanya sesaat…………(

Saturday, March 12, 2005

RINTIHAN JIWA


Jiwaku berkata kepadaku agar aku bisa lepas dari keadaan ini
Jiwaku menginginkanku untuk mandiri dan berdiri diatas kakiku sendiri
Tapi kadang pikiranku memerintahkanku untuk bergantung saja pada orang lain
Jiwaku menginginkanku untuk diam
Tapi kadang pikiranku memerintahkanku untuk berteriak lantang penuh kesombongan
Jiwaku menanamkan kedamaian
Tapi kadang pikiranku mendorongku untuk mengawini harta dan keunggulan
Terkadang pikiran lebih unggul dari jiwa,
Seringkali jiwa kita bersih tapi pikiran kita yang kotor
Jiwaku berkata kepadaku dan menasehatiku,
agar mencintai semua orang yg membenciku & berteman dengan yang memfitnahku.
Tapi kadang pikiranku membisikkan agar aku membalas dendam pada semua yang menyakitiku dengan lebih menyakitkan.
Jiwaku mengatakan kepadaku bahwa hanya ada satu agama universal, dengan keragaman jalan yang menjadi uluran Yang Maha Tinggi.
Tapi kadang pikiranku membela yudaisme, budhisme, hindusme, nasrani dan islam
Jiwaku memintaku untuk mematuhi semua norma dan peraturanTapi pikiranku mengatakan peraturan itu dibuat untuk dilanggar

Sunday, February 27, 2005

LOVE YOUR SELF...

wiuiiihhh....
senengnya bisa balik posting lagi, setelah hampir 2 mingguan kompiku hank dan harus reinstal, akhirnya aku bisa nulis lagi...

Kmarin aku di kasih buku temenku, judulnya If You really Knew Me, Would You Still Love Me.

Gila nih buku asyik banget,isinya tentang dua sikap ketika kita benar benar mengenal seorang yg kita cintai, apakah kita mencintainya karna cinta kita tulus tanpa memeperdulikan apapun yg lain, ataukah kita akan meninggalkannya karna dia tidak seperti yg kita bayangkan...wiuuhhh.

Buku ini mengajak kita untuk mengenal diri kita sendiri dan kekasih kita. Mengapa kebanyakan kita menyembunyikan sebagian rahasia kita dari orang lain, dan mengapa banyak orang yg justru makin tenang setelah ia belajar mencintai dirinya sendiri.

Apa yg kita sembunyikan itulah yg mengabarkan kita yg sebenarnya, faktanya banyak individu yang tidak nyaman dengan diri mereka sendiri, hingga memilih cara agar orang tidak melihat kita yg sebenarnya.Secara sadar kita sangat tergantung pd penilaian orang pd kita, hingga kita ragu akan pendapat kita sendiri. Hingga lebih mudah mempercayai bahwa hidup ini tidak adil dan takdir itu kejam drpd bahwa kita sendirilah sebenarnya arsitek untuk kita.

Untuk merasa berarti kita merlu merasa di cintai, kita perlu melihat bahwa orang lain memperhatikan kita dan menyediakan ruang buat kita dan melihat kita apa adanya.
Namun hal tsb sulit bagi orang yg tidak sepenuhnya menyukai dirinya sendiri, karna dia merasa slalu saja ada yg salah pd dirinya. Permasalahannya bukan bagaimana cara orang lain melihat diri kita, tapi bagaimana kita melihat diri kita sendiri, kesulitannnya ada pd kegagalan kita mempercayai apa yg ada dlm diri kita dan bagaimana kita membuka diri agar tumbuh kepercayaan pd diri sendiri dan bagaiman kita mulai mendengarkan diri kita. Kehidupan ini cukup keras tanpa kita bersikap keras pd diri kita.

Kebanyakan kita takut kehilangan teman bila kita berbicara ttg diri kita yg sebenarnya, bahkan kita pun sulit menjadi teman bagi diri kita. Dlm kenyataannya kita melihat diri sbg manusia paling berdosa atau bodoh, padahal belum tentu orang menilai kita begitu bila kita berbicara ttg keadaan kita, hingga kita secara tak sadar justru menyembunyikan potensi dan keunikan kita pd orang lain dan kita menciptakan gaya hidup untuk menutupi apa yg terbaik dlm diri kita untuk menghindari penolakan.

Kadang kita melakukan penyesuaian diri yg mungkin memang tdk dapat membuat kita benar2 bahagia, tapi setidaknya dpr membuat kita lebih kuat dlm menjalani hidup. dengan kata lain, dengan tidak mempercayai diri sendiri bisa tidak menyakitkan dari pada mempercayai apa yg ada dlm diri kita.

Sering kali kita memperlakukan diri kita sebagai obyek, bukan subyek kehidupan. Memperlakukan diri dengan serius berarti kita mendekati keberadaan diri dengan suatu sikap hormat, terlepas dari segala kekurangan kita. Ketika kita bisa tersenyum pd diri sendiri, berarti kita sudah bisa menerima kondisi kita yg sebenarnya. Sedosis kecil kepercayaan diri dpt membebaskan kita dr belenggu yg memposisikan kita sebagai obyek kehidupan di mata kita sendiri. Caranya hanya satu, yaitu menerima kita apa adanya meskipun tidak terlalu hebat kelihatannya. Sehingga kita bisa mengenali kelebihan dan keterbatasan kita.

Bila kita bersikap seperti ini berarti kita memberi ruang yg cukup bagi kita hingga kita tidak takut untuk bertanggungjawab atas identitas dan tindakan kita sendiri. Sikap ini bukan suatu kesombongan, tapi lahir dari cinta thd diri kita yg sehat, yaitu cinta yg menyediakan ruang bagi segala suatu yg nyata dlm diri kita.

Apa yg org lihat dalam diri saya? pertanyaan itu slalu menghantui kita slama ini, mungkin saat kalian baca postingan ini. Terkadang kita merasa kesepian, pdhl sebenarnya kita sendiri juga memegang kunci dlam menciptakan kondisi kesepian ini. Kebahagiaan tidak dapat di renggut siapapun, selama kita masih bisa bersahabat dengan diri kita sendiri, dan kita masih mearasa bahwa kita masih bisa berkembang.

Tertawa...menertawakan diri sendiri secara lembut akan menghapus penyesalan dan kegagalan kita, serta bisa menyembuhkan luka batin kita.Tertawa bisa berarti kita lebih bisa merima diri kita.

Kita harus belajar mendengarkan suara dlm diri kita,untuk bisa mengekspresikan diri kita yg sebenarnya. Ketika kita diam dan menelaah diri kita, maka kepercayaan kita akan tumbuh dgn sendirinya. Kepercayaan diri tidak tumbuh dr kesuksesan yg besar, tapi dari sesuatu yg masuk akal dr potensi diri yg nyata.

Merupakan suatu kebahagiaan bila kita tidak perlu menjadi orang lain, tapi cukup menjadi diri kita sendiri. Kta memang bukan manusia yang sempurna, tapi justru ketidak sempurnaan kita lah yang membuat orang tertarik pada kita.


Friday, January 28, 2005

SAHABAT

Siang tapi dingin nya udara karna hujan mengguyur Jogja begitu menggigit, aku hanya termanggu melihat keluar lewat jendela sambil posting...

Ditemani teh manis panas dan lagu Ten2Five, mengingatkanku akan sahabat2 ku disana, yg kini entah dimana, sejak dua tahun terakhir hubunganku dengan teman2 ku di luar Jogja jarang bahkan hampir ngga pernah having kontak. Kesibukan, kata yang kini memperlebar jarak antara kami, walupun sesekali saling kirim SMS tapi tetap saja tak mampu mengikis kerinduanku pada mereka..

Jadi ingat lagunya Sheila ttg Sahabat, dulu kami begitu suka pada lagu itu, dan berjanji dimanapun kita berada kita akan selalu saling kontak, minimal telpon atu berapa bulan sekali kita ketemuan, guys...i'll be missing you so much...

untuk sahabatku...wherever u re...

Friendships is like a puzlle
Each friend you have ia a piece
Some are on the border,
Some are close the center
Each bring out a piece in us
That makes us who we are
Thank you for being
an important piece of my life

MyShoutbox.com - Free Shoutbox!