LOVE YOUR SELF...
Kmarin aku di kasih buku temenku, judulnya If You really Knew Me, Would You Still Love Me.
Gila nih buku asyik banget,isinya tentang dua sikap ketika kita benar benar mengenal seorang yg kita cintai, apakah kita mencintainya karna cinta kita tulus tanpa memeperdulikan apapun yg lain, ataukah kita akan meninggalkannya karna dia tidak seperti yg kita bayangkan...wiuuhhh.
Buku ini mengajak kita untuk mengenal diri kita sendiri dan kekasih kita. Mengapa kebanyakan kita menyembunyikan sebagian rahasia kita dari orang lain, dan mengapa banyak orang yg justru makin tenang setelah ia belajar mencintai dirinya sendiri.
Apa yg kita sembunyikan itulah yg mengabarkan kita yg sebenarnya, faktanya banyak individu yang tidak nyaman dengan diri mereka sendiri, hingga memilih cara agar orang tidak melihat kita yg sebenarnya.Secara sadar kita sangat tergantung pd penilaian orang pd kita, hingga kita ragu akan pendapat kita sendiri. Hingga lebih mudah mempercayai bahwa hidup ini tidak adil dan takdir itu kejam drpd bahwa kita sendirilah sebenarnya arsitek untuk kita.
Untuk merasa berarti kita merlu merasa di cintai, kita perlu melihat bahwa orang lain memperhatikan kita dan menyediakan ruang buat kita dan melihat kita apa adanya.
Namun hal tsb sulit bagi orang yg tidak sepenuhnya menyukai dirinya sendiri, karna dia merasa slalu saja ada yg salah pd dirinya. Permasalahannya bukan bagaimana cara orang lain melihat diri kita, tapi bagaimana kita melihat diri kita sendiri, kesulitannnya ada pd kegagalan kita mempercayai apa yg ada dlm diri kita dan bagaimana kita membuka diri agar tumbuh kepercayaan pd diri sendiri dan bagaiman kita mulai mendengarkan diri kita. Kehidupan ini cukup keras tanpa kita bersikap keras pd diri kita.
Kebanyakan kita takut kehilangan teman bila kita berbicara ttg diri kita yg sebenarnya, bahkan kita pun sulit menjadi teman bagi diri kita. Dlm kenyataannya kita melihat diri sbg manusia paling berdosa atau bodoh, padahal belum tentu orang menilai kita begitu bila kita berbicara ttg keadaan kita, hingga kita secara tak sadar justru menyembunyikan potensi dan keunikan kita pd orang lain dan kita menciptakan gaya hidup untuk menutupi apa yg terbaik dlm diri kita untuk menghindari penolakan.
Kadang kita melakukan penyesuaian diri yg mungkin memang tdk dapat membuat kita benar2 bahagia, tapi setidaknya dpr membuat kita lebih kuat dlm menjalani hidup. dengan kata lain, dengan tidak mempercayai diri sendiri bisa tidak menyakitkan dari pada mempercayai apa yg ada dlm diri kita.
Sering kali kita memperlakukan diri kita sebagai obyek, bukan subyek kehidupan. Memperlakukan diri dengan serius berarti kita mendekati keberadaan diri dengan suatu sikap hormat, terlepas dari segala kekurangan kita. Ketika kita bisa tersenyum pd diri sendiri, berarti kita sudah bisa menerima kondisi kita yg sebenarnya. Sedosis kecil kepercayaan diri dpt membebaskan kita dr belenggu yg memposisikan kita sebagai obyek kehidupan di mata kita sendiri. Caranya hanya satu, yaitu menerima kita apa adanya meskipun tidak terlalu hebat kelihatannya. Sehingga kita bisa mengenali kelebihan dan keterbatasan kita.
Bila kita bersikap seperti ini berarti kita memberi ruang yg cukup bagi kita hingga kita tidak takut untuk bertanggungjawab atas identitas dan tindakan kita sendiri. Sikap ini bukan suatu kesombongan, tapi lahir dari cinta thd diri kita yg sehat, yaitu cinta yg menyediakan ruang bagi segala suatu yg nyata dlm diri kita.
Apa yg org lihat dalam diri saya? pertanyaan itu slalu menghantui kita slama ini, mungkin saat kalian baca postingan ini. Terkadang kita merasa kesepian, pdhl sebenarnya kita sendiri juga memegang kunci dlam menciptakan kondisi kesepian ini. Kebahagiaan tidak dapat di renggut siapapun, selama kita masih bisa bersahabat dengan diri kita sendiri, dan kita masih mearasa bahwa kita masih bisa berkembang.
Tertawa...menertawakan diri sendiri secara lembut akan menghapus penyesalan dan kegagalan kita, serta bisa menyembuhkan luka batin kita.Tertawa bisa berarti kita lebih bisa merima diri kita.
Kita harus belajar mendengarkan suara dlm diri kita,untuk bisa mengekspresikan diri kita yg sebenarnya. Ketika kita diam dan menelaah diri kita, maka kepercayaan kita akan tumbuh dgn sendirinya. Kepercayaan diri tidak tumbuh dr kesuksesan yg besar, tapi dari sesuatu yg masuk akal dr potensi diri yg nyata.
Merupakan suatu kebahagiaan bila kita tidak perlu menjadi orang lain, tapi cukup menjadi diri kita sendiri. Kta memang bukan manusia yang sempurna, tapi justru ketidak sempurnaan kita lah yang membuat orang tertarik pada kita.


6 Comments:
Kita harus belajar mendengarkan suara dlm diri kita,untuk bisa mengekspresikan diri kita yg sebenarnya ---- Setuju banget! Setujuuuu!!!
setuju sama mbak ranukama :D
setuju sama yNa, *eh sama bukunya ding... :)*
Hidup tetap indah, dengan tampil, dan bicara 'apa adanya'...
kalo buat saya, 'jadi diri sendiri' dan 'menyimpan rahasia pribadi' itu dua hal yang berbeda ya...
maksudnya, justru kadang saya sedang menjadi diri sendiri waktu saya memilih untuk menyimpan rahasia paling pribadi saya. konsekuensinya, saya gak keberatan orang lain menyimpan rahasia
paling pribadinya juga... *hehehe bingung gak sih? kok saya juga jadi bingung :p
btw, met kenal juga :)
tulisan kamu semua bagus bagus yaa..
kenapa ga coba nulis buku ..
waw...dari semua posting kamu, membumi banget....q pgn posting sprti ni....seakan q tlah temukan kedamaian sejati.sampai menghantarknQ pada ketenangan jiwa.....n seakan tk mudah terusik.setidaknya mengimbangi isi blogQ yg bisa dibilang terlalu meledak-ledak.thanks ...
Post a Comment
<< Home