Friday, December 17, 2004

Broken Heart

Patah hati siapa yang belum pernah ngalamin, kayaknya udah pada pernah, ato minimal belum lah. Mo tau gimana rasanya, kayak Rujak ato dalam bahasa Melayu Rojak, its meaningfull, macem2, sakit hati, dendam, senang dan bahagia (tapi jarang yang ngerasain ini), bete, jadi ngga doyan makan, mengurung diri, need to be alone, pokoknya jadi ilfill deh, tergantung mana yang paling dominan dirasain. Klu gw terus terang awalnya gondok, dendam, n sakit hati, apalagi klu gw diputusin, saat itu yang ada di kepala kenapa bukan gw yang mutusin dia, tapi kenapa dia yang mutusin gw ( hiw hiw). Pengennya waktu itu langsung gw gampar aja tuh orang, gw bisa yang langsung marah2, ngomel macem2 (maklum luapan emosi sesaat), ato klu dia mau gw bisa langsung berkelahi ma dia (wuih sok jagoan amat kesannya). Tapi sumpah, cewek klu ngalamin yang namanya diputusin reaksi pertama langsung gini, ato minimal nangis, tapi gw kan orangnya ga gampang nangis, jd ya ngamuk2 aja deh. akan sangat wajar dan normal bila kita bakal ngerasa the end of the world bener, dan kita baklan ngerasa jadi the most unlucky people in the world. Apalagi bila kita tlah merasa bahwa dia itu the right man kita, waduh....
Tapi normalnya hal itu akan berlangsung selama paling lama dua bulanan, tapi kalau sampe berlarut larut bahkan sampai berkepanjangan kita belum bisa back to normal again dan bangkit lagi, wah itu namanya sudah tisak normal dan hanya akan mneyiksa batin dan badan kita aja. KIta juga harus berusaha menghadapi kenyataan, sepahit apapun itu. Semakin kita lari akan semakin berat dan pedih.Pernah aku baca pepatah, bahwa "Detik ini Berarti Kerena ia Detik ini, Bukan detik Kemarin atau Detik Nanti". Kalau kita resapi maknanya emang bener banget, intinya kita harus berprinsip bahwa yang kita hadapi adalah sekarang atau hari ini, bukan hari kemarin atau yang akan datang. Bapakku pernah bilang ibarat kita main bulutangkis, baru babak awal kita sudah memikirkan siapa yang akan kita hadpi di babak final, padahal mungkin di babak penyisihanpun kita bisa saja kalah. Hidup terus berjalan maju, menoleh kebelakang boleh, tapi jadikan itu sebagai pemacu kita untuk menjadi lebih dewasa dan bersikap bijak saja, jangan pernah berlarut larut.
Temanku pernah bilang, bila kita putus dengan pacar kita, sebaik apapun dia dalam hal apapun, suatu saat kita akan menemukan sifat atau perilaku dia yang itu mungkin tidak sesuai dengan kita, dan saat itu kita akan bilang untung gue ga jadi sama dia atau bahkan ga sampai gue nikah ma dia. Apapun selalu ada hikmahnya, yang kadang kita ngga menyadari apa hikmah dibalik itu, tapi cepat atau lambat kita akan tahu, dan kita akan bersyukur deh.
So, jangansedih dan once again jangan sampai berlarut larut, OK, make everything easy and fun aja, inilah hidup, inilah kodrat yang harus kita jalani.Karena hidup adalah pilihan, kita akan tetap menjalaninya, atu kita akhiri suratan Tuhan yang tlah dibuat untuk kita.



3 Comments:

At 11:16 AM, Blogger Admin said...

Hidup ngga pernah luput dari rasa cinta...
so enjoy this..dan biarkan hari ini kamu lalui dengan tersenyum....

Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi,? jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah (kepada orang yang kamu kasihi).

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.


Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

 
At 11:24 AM, Anonymous Anonymous said...

yg punya said
...agung thanks banget nasehatnya, hua hua hua...(nangis sambil terguling guling), hiks hiks...

 
At 6:44 AM, Blogger bahtiar@gmail.com said...

Pengalamanku mutusin cewek-cewek karena aku gak mampu membuat dia nyaman dan tenang. Awalnya pada gak terima, tapi akhirnya sadar karena kalo diterusin malah akan menghambat proses pengembangan dirinya sendiri.

Entahlah kalo "pengalaman" temen² yang lain ...

?

 

Post a Comment

<< Home

MyShoutbox.com - Free Shoutbox!